Beda, tapi Sama

Thursday.

Hi, aku kembali lagi kawan-kawan, setelah beberapa lama menunggu saran dari kalian semua untuk tema menulisku yang selanjutnya. Sudah ada beberapa usulan yang masuk ke Ask.fm-ku, tapi ternyata lebih banyak yang mengusulkan aku untuk membuat puisi lagi.

Aku berterima kasih banyak ke kalian semua yang sudah memberikan usul, tapi (jujur) Sandra bosan membuat puisi atau short fiction. Sandra rindu menulis panjang lebar lagi, aku rindu celoteh-celoteh di blog ini. Dan yaaaa, akhirnya aku mendapatkan ide untuk menulis. Yeaayyy…..

Berbeda, tapi Sama. Ya, judul yang ‘agak’ sedikit gimana gitu sih. TAPI, GAPAPA! Walaupun judulnya ‘agak’ gimana gitu, tapi (sepertinya) judul itu nyambung kok dengan isi tulisannya, hehehehe..

Kali ini aku ingin membahas tentang orang-orang yang dianggap ‘berbeda’ oleh orang lain, tapi menurutku mereka tetaplah sama dengan kita. Aku ingin membahas tentang kaum minoritas (LGBTQ+, Agnostik, Ateis, dsb..) yang ada di sekitar kita.

Sebelumnya memang aku juga sudah pernah membahas tentang LGBT di blog ini (lihat di sini), tapi kali ini pembahasanku akan bersifat lebih umum, jadi bukan LGBT yang hanya akan kubahas, tapi juga mereka-mereka yang masuk ke dalam kaum minoritas.

.

Akhir-akhir ini banyak banget pemberitaan di televisi, di media sosial, dan di mana saja yang membahas tentang mereka (kaum minoritas). Hhmmm, kalau menurut pribadiku sih, mereka itu sama dengan kalian semua. Yang berbeda hanyalah, mereka minoritas, sedangkan kalian adalah mayoritas.

Aku sudah pernah bilang kalau aku juga memiliki teman-teman yang termasuk ke dalam kaum minoritas, dan yaaa aku baik-baik saja berhubungan dengan mereka. Selagi mereka tidak berbuat jahat kepada orang lain, menurutku mereka sangat pantas untuk diajak berteman, untuk diajak bersosialisasi, yaa karena mereka juga sama dengan kalian, karena mereka juga sama-sama manusia seperti kita semua.

Kita semua kan sudah diajarkan sejak duduk di bangku sekolah, kalau setiap orang itu memiliki hak-nya untuk memilih jalan hidupnya, untuk memilih apa yang ia inginkan, apa yang ingin dilakukan, selagi itu tidak merugikan orang lain maka kita semua pantas untuk mendapatkan hak itu. Kalau kita pantas, mereka juga harus pantas untuk mendapatkan itu.

.

Ateis dan Agnostik itu berbeda dengan LGBTQ+. Ateis dan Agnostik itu berhubungan dengan agama dan ketuhanan, dan itu merupakan pilihan yang diambil oleh sebagian orang. Banyak yang menganggap kalau kaum yang memilih hidupnya untuk menjadi seorang Agnostik/Ateis itu harus dijauhi, karena mereka tidak percaya dengan Tuhan, tidak percaya dengan agama. Kalau menurutku, seseorang itu tidak memiliki agama atau tidak percaya dengan Tuhan ya tidak menjadi masalah bagiku untuk tetap berteman/bersosialisasi dengannya, asalkan ya kembali lagi seperti tulisanku sebelumnya, yang penting dia tidak merugikanku dan orang lain. Karena kebaikan itu bukanlah berasal dari agamanya, dari kepercayaannya, tapi ya berasal dari dirinya sendiri. Percuma orang itu beragama, tapi kalau dia jahat dengan orang lain, dia merugikan orang lain.

Sedangkan LGBTQ+ itu bukanlah sebuah pilihan. Kebebasan ekspresi gender adalah proses mental yang alamiah. Tetapi, tidak bisa dipungkiri juga kalau karakteristik orang yang heteroseksual (murni straight), orientasinya nanti akan berubah. Terutama perempuan, perempuan lebih ‘sexualy plastic‘ dan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Dari apa yang aku baca, perempuan sebenarnya lebih banyak yang berpotensi Biseksual daripada yang murni straight (baca di sini) (baca yang ini juga).

Banyak orang yang menganggap kalau LGBTQ+ itu harus dijauhi, karena mereka merupakan orang yang sudah mengidap gangguan jiwa, mengidap sebuah penyakit yang bahkan bisa menular ketika kita dekat/berteman/berhubungan dengan mereka (LGBTQ+). HELLO, GUYSSSS.. LGBTQ+ bukanlah seperti itu (coba deh baca ini). Coba deh kalian para pembaca yang sedang membaca ini, bukalah link web yang sudah kuberikan, dan bacalah dengan baik dan seksama. Kalau menurut kalian sumber yang aku berikan masih sangatlah kurang, kalian bisa mencari sendiri di dunia internet yang luas ini.

.

Tidak sedikit orang-orang yang di sekitar kita yang menjauh atau anti dengan mereka. Banyak orang yang menajiskan kaum minoritas.

Miris, memang. Menyedihkan. Tapi itu memanglah kenyataan yang ada di sekitar kita. Janganlah kita menjadi manusia yang terlalu nista.

Mari kita berteman dengan siapa saja, baik kalian yang mayoritas, maupun mereka yang minoritas. Dunia akan jauh lebih damai jika kita saling menghargai/menghormati satu sama lain. Janganlah membuat sekat/batasan antara kalian dengan mereka, karena mereka juga seperti kalian.

.

Kalau memang ada yang kurang setuju dengan pendapatku, dengan pemikiranku, ya itu tidak apa-apa. Toh, setiap orang itu memiliki hak-nya kan untuk berpendapat. Dan jikalau memang ada yang ingin mengungkapkan pendapat/pemikirannya kepadaku, atau bahkan ada yang ingin bercerita/sharing atau bahkan ingin mengajukan pertanyaan kepadaku, silakan kalian bisa berkomentar di blog ini atau memang kalian ingin secara puas mengungkapkannya atau mungkin lebih bersifat privacy, kalian bisa menghubungiku ke email yang aku punya (bandanadelta@gmail.com).

Terima kasih, karena sudah berkenan untuk membaca.

Sekian.

Salam,

Bernadetha Alexandra.

 

Advertisements

4 thoughts on “Beda, tapi Sama

  1. (((Janganlah kita menjadi manusia yang terlalu nista.)))

    Well said, udah muak sama orang-orang tertutup yang masih nganggap kalau LGBTQ bisa diubah, disembuhin. Tapi kenapa orang-orang kayak gitu rasanya makin banyak dimana-mana ya, apakah mereka membelah diri?:’)

    Like

    1. Gimana gak makin banyak yang menganggap seperti itu, wong pejabat-pejabat negara aja masih banyak yang terlalu nista dengan menjadikan dirinya sebagai seorang bigot. Kaum yang menganggap dirinya pintar-pun ternyata bodoh dalam hal seperti itu.

      Like

      1. Wowww, malu-maluin banget.. Mungkin karena para bigot itu saking pintarnya kali ya, jadinya buat mikir aja gak bisa? LOL. Btw, makasih udah share link-nya.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s